Kamus Logika
Indeks Sesat Pikir
Sebuah kompendium kecacatan logika. Memahami bagaimana argumen dipelintir adalah pertahanan pertama dalam menjaga kewarasan diskursus publik.
Appeal to Pity
Kesalahan logika yang menggunakan emosi berupa rasa belas kasihan, simpati, atau penderitaan seseorang sebagai argumen utama untuk membenarkan suatu klaim atau tindakan.
Appeal to Fear
Argumen yang dirancang untuk membangkitkan rasa takut atau kecemasan pada audiens guna mendapatkan dukungan atas suatu kesimpulan, seringkali tanpa bukti yang memadai.
Hasty Generalization
Kesalahan berpikir dengan menarik kesimpulan umum yang luas berdasarkan sampel, bukti, atau insiden yang sangat terbatas dan tidak representatif.
Strawman
Distorsi terhadap sebuah situasi atau argumen dengan membuatnya tampak lebih buruk atau keliru agar lebih mudah diserang, mengabaikan realitas atau fakta aslinya.
False Dilemma
Kesalahan berpikir yang menyederhanakan suatu masalah kompleks menjadi hanya dua pilihan ekstrem, seolah-olah tidak ada jalan tengah atau alternatif opsi lainnya.
Anecdotal Evidence
Penggunaan pengalaman pribadi atau contoh kasus individual (anekdot) sebagai bukti yang dianggap mewakili fakta universal atau statistik secara keseluruhan.
Appeal to Authority
Kesesatan logika di mana argumen dianggap benar hanya karena dikemukakan oleh seorang ahli, lembaga, atau figur berkuasa, meskipun bidang keahliannya tidak relevan.
False Cause
Asumsi keliru yang menyimpulkan bahwa karena peristiwa B terjadi setelah peristiwa A, maka peristiwa A pasti merupakan penyebab tunggal dari peristiwa B (Post Hoc).
Non Sequitur
Kesalahan logika di mana kesimpulan yang diambil tidak memiliki hubungan atau tidak mengikuti premis-premis yang mendahuluinya (melompat pada kesimpulan yang tidak relevan).
Oversimplification
Kesalahan berpikir dengan mereduksi masalah yang sangat kompleks menjadi satu penyebab atau solusi tunggal yang terlalu sederhana, mengabaikan variabel penting lainnya.
Slippery Slope
Argumen yang mengasumsikan bahwa satu peristiwa kecil akan secara otomatis memicu serangkaian efek domino yang berujung pada konsekuensi paling ekstrem tanpa bukti kuat.
Ad Hominem
Menyerang karakter, motif, atau atribut pribadi pihak lain untuk memanipulasi emosi audiens, alih-alih membahas substansi argumen atau celah sistemik dari suatu masalah.
Appeal to Nationalism
Kesesatan logika yang membenarkan suatu argumen atau menolak kritik murni dengan berlindung di balik sentimen patriotisme dan kebanggaan nasional, alih-alih membahas substansinya.
Cherry Picking
Kesalahan berpikir dengan hanya memilih bukti atau data spesifik yang menguntungkan argumennya, sembari menyembunyikan atau mengabaikan fakta lain yang bertentangan.
Argumentum ad Populum
Kesalahan logika yang mengklaim bahwa sesuatu pasti benar hanya karena mayoritas orang mempercayainya, memikirkannya, atau menyuarakannya.
Faulty Comparison
Menarik kesimpulan berdasarkan perbandingan dua hal yang sebenarnya memiliki konteks, karakteristik, atau risiko yang sangat berbeda dan tidak sepadan.
Appeal to Emotion
Manipulasi emosi (seperti rasa haru, kasihan, atau simpati yang mendalam) untuk memenangkan persetujuan, sebagai pengganti dari penyajian bukti logis, data statistik, atau analisis sistemik.
Stereotyping
Penarikan kesimpulan kaku terhadap individu berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok demografis tertentu (seperti etnis, asal daerah, ras, atau profesi) tanpa dasar medis atau rasional yang spesifik.
Hyperbole
Penggunaan pernyataan, klaim, atau pujian yang sangat dilebih-lebihkan untuk menciptakan efek dramatis, tanpa didukung oleh perbandingan atau data faktual yang riil.
Post Hoc Ergo Propter Hoc
Kesimpulan keliru yang berasumsi bahwa karena peristiwa B terjadi setelah peristiwa A, maka A pasti adalah penyebab utama peristiwa B (mengabaikan faktor-faktor kausal jangka panjang lainnya).
Poisoning the Well
Taktik mendiskreditkan pihak lawan atau suatu pandangan alternatif bahkan sebelum pandangan tersebut disampaikan, seringkali dengan memberi label negatif atau merendahkan.
Contradictory Premises
Mengajukan dua premis atau gagasan dalam argumen yang sama namun saling bertentangan satu sama lain, sehingga argumen tersebut membatalkan logikanya sendiri.
Snob Appeal
Kesalahan berpikir yang memanipulasi keinginan audiens untuk menjadi bagian dari kelompok elite, superior, atau memiliki prestise sosial guna memvalidasi suatu argumen.
Ignoratio Elenchi
Menyajikan argumen yang mungkin benar dengan sendirinya, tetapi sebenarnya meleset dari pokok persoalan dan digunakan untuk menyimpulkan sesuatu yang sama sekali tidak relevan.
Appeal to Flattery
Kesalahan logika yang menggunakan pujian atau sanjungan kepada audiens untuk memenangkan dukungan atau menutupi kelemahan argumen, bukan menggunakan fakta yang relevan.
Circular Reasoning
Kesesatan berpikir di mana kesimpulan dari sebuah argumen sudah digunakan sebagai premis atau pembuktian di dalam argumen itu sendiri (pembuktian yang berputar).
Trivialization
Mengecilkan atau mereduksi suatu masalah sistemik dan kompleks menjadi hal yang sangat sepele, dangkal, atau berbentuk anekdot candaan.
Proof by Assertion
Kesesatan logika di mana suatu klaim terus-menerus diulang atau dinyatakan sebagai fakta absolut tanpa menyertakan bukti, data konkrit, atau referensi otoritatif yang memvalidasinya.
Wishful Thinking
Kesalahan berpikir yang menganggap suatu kebijakan atau regulasi pasti akan berhasil sempurna di lapangan hanya karena niatnya baik, tanpa memperhitungkan celah realitas mekanismenya.
Overgeneralization
Menerapkan sebuah aturan umum, asumsi, atau pernyataan luas pada semua situasi secara mutlak, tanpa mengakui adanya pengecualian atau nuansa yang valid.
Texas Sharpshooter
Kesalahan menganalisis dengan hanya menyoroti satu kepingan data/kesuksesan yang menguntungkan narasi pembicara, sembari mengabaikan konteks sejarah atau data lain yang lebih luas.
Red Herring
Taktik manipulasi dengan mengalihkan perhatian dari topik atau pertanyaan utama yang krusial ke isu lain yang terkesan relevan dan heroik namun sebenarnya mengelak.
Appeal to Novelty
Kesalahan asumsi yang mengklaim bahwa suatu kebijakan, ide, atau sistem pasti jauh lebih superior, efektif, atau sukses murni hanya karena itu adalah hal yang benar-benar baru.
Scapegoating
Kesalahan logika dengan melimpahkan kesalahan atau masalah sistemik yang kompleks sepenuhnya kepada satu pihak, kelompok, atau entitas tertentu (kambing hitam).
Misleading Statistic
Penyalahgunaan angka, persentase, atau data statistik matematis untuk memanipulasi persepsi audiens dan menarik kesimpulan yang tidak akurat secara keilmuan.
Appeal to Extremes
Membawa suatu premis atau argumen ke kesimpulan yang sangat ekstrem, tidak realistis, atau absurd untuk membuat argumen pembandingnya terlihat salah.
Half-Truth
Menyajikan pernyataan yang mengandung sebagian fakta, tetapi sengaja menyembunyikan detail biaya atau informasi penting lainnya sehingga menyesatkan simpulan audiens.
Hypothesis Contrary to Fact
Menarik kesimpulan pasti mengenai apa yang akan terjadi berdasarkan sebuah skenario masa lalu atau hipotesis yang faktanya tidak pernah terjadi di dunia nyata.
Magical Thinking
Kesalahan berasumsi bahwa pola, target, atau kausalitas di dunia nyata akan selalu tunduk pada kehendak pikiran tanpa memperhitungkan variabel dan batasan logis/probabilitas.
Inconsistency
Menyampaikan dua klaim, prinsip, atau sikap dalam satu narasi argumen yang saling bertentangan secara langsung, sehingga membatalkan validitas logika pernyataan tersebut.
Moving the Goalposts
Kesalahan logika dengan cara mengubah kriteria, target, atau definisi keberhasilan di tengah perdebatan agar klaim atau kegagalan yang terjadi terlihat seperti sebuah kesuksesan.
Glittering Generality
Penggunaan kata-kata mulia, emosional, dan luhur yang sangat abstrak sehingga terdengar positif, namun sebenarnya tidak memiliki makna spesifik atau parameter ukur yang jelas.
Loaded Question
Kesesatan berpikir dengan mengajukan pertanyaan yang sudah mengandung asumsi atau paksaan arah jawaban di dalamnya, menyudutkan audiens untuk menyetujui narasi penanya.
Appeal to the People
Mengklaim bahwa suatu argumen atau tindakan mutlak benar karena dilakukan 'atas nama seluruh rakyat' atau mayoritas, memanipulasi klaim perwakilan untuk menolak kritik.
Argument from Incredulity
Kesalahan logika dengan menyimpulkan bahwa sesuatu pasti salah, tidak masuk akal, atau mengandung niat jahat hanya karena pembicara merasa sulit memahaminya secara pribadi.
No True Scotsman
Kesesatan berpikir yang mengubah definisi, syarat, atau kriteria suatu kelompok (misal: 'pemimpin sejati') secara sewenang-wenang untuk menyingkirkan pengecualian atau kritik.
Begging the Question
Kesesatan berpikir di mana kesimpulan yang seharusnya dibuktikan justru sudah diasumsikan sebagai sebuah kebenaran sejak awal di dalam premisnya (mirip circular reasoning).
Appeal to Tradition
Kesalahan logika yang membenarkan suatu tindakan, kebijakan, atau keyakinan murni karena hal tersebut sesuai dengan tradisi, sejarah, atau warisan pendahulu di masa lalu.
Fallacy of Single Cause
Bentuk penyederhanaan yang keliru di mana suatu fenomena yang sangat kompleks dan bersumber dari banyak faktor dianggap hanya disebabkan oleh satu penyebab tunggal.
Invincible Ignorance
Kesesatan di mana seseorang menolak mentah-mentah semua kritik atau bukti yang berlawanan hanya dengan berlindung di balik keyakinan subjektifnya sendiri yang dogmatis.
Equivocation
Kesesatan logika yang terjadi ketika sebuah kata atau istilah yang ambigu digunakan secara bergantian dengan makna yang berbeda dalam satu argumen untuk menutupi kebenaran.
Special Pleading
Kesesatan berpikir dengan membuat pengecualian khusus terhadap sebuah aturan atau standar yang ketat demi melindungi pihak tertentu, sementara pihak lain tetap dihukum.
Guilt by Association
Menyimpulkan bahwa suatu individu atau entitas bersalah, buruk, atau inkompeten hanya karena mereka terhubung atau berada dalam kelompok yang sama dengan pihak yang bermasalah.
Optimism Bias
Kesesatan evaluasi yang terlalu melebih-lebihkan kemungkinan sukses atau hasil positif dari suatu tindakan semata-mata karena didasari oleh niat baik, meremehkan risiko nyata.
Unfalsifiability
Klaim atau pernyataan yang disusun sedemikian samar dan tidak memiliki batasan pengujian yang jelas, sehingga mustahil untuk dievaluasi, diukur, atau dibuktikan salah oleh siapa pun.
McNamara Fallacy
Kesalahan mengukur keberhasilan atau kinerja murni berdasarkan metrik kuantitatif (angka) yang mudah dihitung, sembari sepenuhnya mengabaikan faktor kualitatif krusial yang sulit diukur.
Magic Bullet Fallacy
Kesesatan berpikir yang mempercayai bahwa suatu teknologi baru atau solusi tunggal yang ajaib dapat dengan mudah dan instan memecahkan masalah struktural yang sangat kompleks.
Thought-terminating Cliché
Penggunaan frasa klise, pepatah, atau slogan emosional yang lazim didengar untuk mengakhiri perdebatan kritis atau meredam perbedaan pendapat secara kognitif.
Definist Fallacy
Kesalahan logika dengan mendefinisikan ulang suatu istilah secara sewenang-wenang (seringkali secara emosional atau persuasif) agar sesuai dengan kesimpulan atau agenda argumennya.
Nirvana Fallacy
Membantah sebuah solusi riil atau menjanjikan suatu keberhasilan dengan mengacu pada kondisi utopia (ideal) yang sempurna, mengabaikan fakta bahwa tidak ada sistem yang tanpa cacat di dunia nyata.
Selection Bias
Kesalahan menarik kesimpulan umum berdasarkan sampel data, percakapan, atau observasi yang dipilih secara tidak acak dan tidak mewakili realitas populasi secara keseluruhan.
Base Rate Fallacy
Kesesatan interpretasi statistik dengan hanya menyoroti persentase perubahan yang fantastis, namun menyembunyikan atau mengabaikan angka dasar (base rate) awal yang memberi konteks sebenarnya.